Jumat, 23 Oktober 2009

Cerpen.....
Sebuah Cerita tentang masa lalu....

Siang itu Dini tampak murung dikelasnya. Ia melamun dimejanya sejak dia datang. Bahkan beberapa kali bibirnya berdecak.
“ Sudahlah, Din. Pacarmu tidak bakal tahu. Kamu tenang saja.”
Ucapan Nida, teman sabangkunya yang berusaha menenangkan hatinya itu terus mengiang dalam benak Dini.
Perasaannya justru tidak nyaman. Ucapan Nida malah semakin mempertegas ingatan pada kejadian itu. Dini sungguh tak bisa melupakannya sama sekali. Sepanjang hubungannya, baru kali ini ia melakukan kekhilafan yang cukup fatal.
Selama ini Dini dan pacarnya sangat menjaga keharmonisan dalam berpacaran. Salah satunya adalah saling percaya. Karena dalam menjalani hubungan baik itu pesahabatan ataupun percintaan, kepercayaan sangatlah penting. Kepercayaan bisa dibangun dalam sikap jujur dan saling terbuka. Jangan sampai ada kebohongan atau dusta yang disembunyikan. Seperti kata pepatah hidup ini indah mengalir seperti air.
Dan selama dua tahun pacaran, Dini tidak pernah sekalipun berbohong pada kekasihnya. Setiap kali dia ada masalah atau persoalan dia selalu cerita minta solusi pada kakasihnya. Dini melakukannya karena kekasihnya pun berbuat sama. Aby tak pernah menutupi persoalan yang menyangkut hubungan mereka. Mulai dari soal teman, keluarga, bahkan ada orang yang sukapun dia selalu cerita dan tek-tek bengek lainnya.
Sikap saling jujur dan terbuka inilah yang menjadikan hubungan mereka bertahan kokoh selama ini. Namun keharmonisan yang lama terjaga itu terancam koyak oleh perbuatan Dini. Meski Aby tidak mengetahui sama sekali kejadiannya, tapi perasaan Dini tidak tenang. Ia khawtir, cepat atau lambat kebohongan akan terkuak. Aby akan mengetahui perbuatannya. Tak terbayang dalam benaknya, reaksi Aby jika mengetahui hal itu?

....... to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar